Minggu, 30 Juli 2017

rahmyfirman

Merindukan yang membenciku  

      Takdir hubungan ku tak begitu indah. Saat aku merasa nyaman dan bahagia dengan hubungan yang aku jalani,seketikapun kebahagiaan itu hilang. Sangat ingin aku menikmati kebersamaan lebih lama. Tapi tidak!Semua sangat singkat.
Berulang kali aku gagal menjaga hubunganku, berulang kali aku mencoba memulai hubungan baru,berulang kali aku mencoba memperbaiki semua kesalahanku, Tapi entah kenapa aku selalu saja melakukan kesalahan yang sama, yang membuat orang-orang yang ku sayangi menjauh dariku.
      Berjalan selama dua tahun bersama mereka, waktu yang cukup lama.Namun, sering kali kami tak bersama,sering saja kami bertengkar. Jika saja aku bisa menimbang hal-hal yang kami lalui singkat saja kami tak bahagia selama itu juga. Hanya setitik kebahagiaan namun kesedihan,pertengkaran,dan permasalahan lain sangat panjang.
Sekarang semua telah terjadi bahkan Tuhan tidak mempercayaiku atas sebuah hubungan, Tuhan selalu menjauhkan ku dari orang-orang yang ku sayangi, Kurasa seperti itu.  Aku masih belum mengerti dosa apa yang pernah ku lakukan sehingga Tuhan menghukumku seperti ini.  

Tuhan, Mungkinkah aku berharap mereka kembali bersamaku setelah aku membuat mereka kecewa?
Sudah jelas mereka tak lagi sama setahun lalu, mereka sudah punya kehidupan bebas yang diinginkannya selama ini. Mereka tak ingin ada batasan atas apa yang ingin mereka lakukan. Tapi,aku selalu memperlakukan mereka seperti Adikku, aku selalu melarang dan mengendalikan mereka dan ternyata mereka membenci kelakuanku itu. Aku tidak mengerti apa-apa yang aku tahu, aku hanya takut kalian salah jalan,aku takut kehilangan kalian. Semua itu kulakukan karena aku menyayangi kalian, Tapi ternyata kalian salah menanggapiku,kalian menganggap aku ingin menguasai dan memanfaatkan kalian.
     Dengan kalian meninggalkanku, aku menyadari setiap kali hubunganku hancur tidak lain semua karena kesalahanku sendiri. Aku begitu egois tidak membiarkan kalian bahagia bersama orang lain, aku begitu egois menahan kalian agar tetap bersamaku, aku begitu egois membuat kalian tertekan. Tapi kalian jelas tahu aku menyayangi kalian dan kalian tidak kekurangan sedikitpun perhatianku.
Aku merindukanmu yang membenciku...
Jika memang kau bahagia dengan jalan yang kau pilih ,Aku akan katakan Pergilah biarkan kau meninggalkan ku dalam kehidupanmu, kehidupan yang sangat membosankan saat bersamaku dimana hanya ada larangan dan kesepian.
Aku akan katakan tinggalkanlah aku Karna kau tak akan mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan yang sama seperti kehidupan mu yang sekarang.
Kau membenci kelakuanku yang selalu menahanmu melangkah jauh dariku.
Lalu apalagi yang bisa ku lakukan, sekarang apa yang kutakutkan selama ini telah terjadi kalian telah terpengaruh dengan pergaulan barumu .

Aku merindukanmu yang membenciku...
Aku sadar, Keegoisanku membuat kalian pergi,
caraku menahan kalian yang membuat kalian tertekan,
 Bahagialah! aku tidak akan lagi mengusik kehidupan baru kalian,
Aku menyayangi kalian!:(

 "Terkadang rasa takut kehilangan yang membuat seseorang bersifat berlebihan"

~ SAHABATKU ~

Jumat, 23 Juni 2017

Nafsu & Egois Ayah






Dengan tangisan pertamaku didunia, aku menyambut ibu, dan aku menyambutmu...Ayah.     

        Ini aku, aku telah ada!, tetapi kenapa Ayah  yang tak pernah ada? Jika Ayahlah alasanku ada di dunia, lalu apa alasan Ayah setelah aku ada Ayah justru meninggalkanku?.Haruskah aku membencimu? Tetapi aku tak ingin berdosa, Haruskah aku melupakan semua kenangan pahit tentangmu?Tetapi sungguh aku tak kuasa.                   
        Ini aku ayah,aku sudah mengenal sakit hati diusiaku yang masih sangat muda,dimana aku masih membutuhkan kasih sayang-Mu dan juga Ibu ,aku masih ingin bermain dengan riang bersama teman-temanku,aku yang masih belum mengerti apa-apa namun karena Ayahlah Diusiaku yang masih sangat dini, aku harus memikul beban yang tidak seharusnya aku menanggung derita secepat ini           
        Apa salahku? Kenapa Ayah membuat ibu yang melahirkanku terluka dan membuat aku tersiksa? Tidakkah sedikitpun Ayah bahagia karena aku telah ada? Aku sangat menyayangimu ayah, tetapi lagi dan lagi hati kecilku bertanya kenapa? Kenapa Ayah menyakiti ibu dan aku? Sampai kini pertanyaan itu yang selalu menghalangiku untuk tidak membenci Ayah. Adakah kalimat yang terdengar lebih baik dari membenci untuk mengungkapkan kekecewaanku padamu?Tidak ayah, aku pun tidak ingin membencimu. Aku selalu mendoakanmu, aku selalu menyayangimu, meski ingatan buruk tentangmu masih selalu membayangi hidupku.
         Ibu mencintaimu sepenuhnya, ibu menerimamu apa adanya, tetapi Ayah, Ayah begitu kejam melukainya. Ini bukan lagi soal pacaran yang bisa putus begitu saja, ini tentang sebuah pernikahan, dan aku pun telah menjadi buah cinta kalian. Tetapi begitu mudahnya Ayah menghancurkan segalanya.Bukan Hanya perasaan Ibu, tetapi inipun bertentangan dengan kehidupanku baik sekarang ataupun kelak.
        Ini aku Ayah,aku sudah banyak mengerti tentangmu!. Aku bukan lagi gadis kecilmu yang bisa kau bohongi setiap kali aku bertanya tentangmu. Setiap kali aku merindukanmu kau hanya mengatakan kau sibuk dengan pekerjaanmu, Setiap kali aku menanyaimu tentang keseharianmu diluar sana, tetapi lagi dan lagi kau hanya mengatakan hal yang sama kau sibuk dengan pekerjaanmu,Sesekali aku berfikir apa sepenting itu pekerjaan Ayah? Namun,  Saat ini Aku sudah terbiasa dengan kebohongan-kebohongan Ayah dan aku tidak akan bertanya lagi tentangmu,percuma saja semua tidak akan berubah, Ayah akan tetap berbohong untuk menutupi kebohongan Ayah yang lain. 
inikah arti anak bagimu? kehancuran cintamu pada ibu berakibat hancurnya juga kehidupan anakmu ayah, dan seharusnya Ayah tahu itu.
        Ini aku Ayah,aku sudah dewasa! Entah keburukan apalagi yang akan Ayah lakukan padaku dan Ibu. Tetapi Ayah harus tahu, aku tidak akan membiarkan Ibuku meneteskan air mata lagi karena Ayah,sekarang aku sudah bisa Menahan Ayah jika Ayah  mencoba menyakiti Ibu. sudah cukup Ayah membuat kami menderita selama ini. Ini bukan dendamku terhadap Ayah,tapi aku hanya akan membuktikan bahwa aku bisa hidup dan sukses tanpa Ayah. Kasih sayang Ibu sudah cukup untuk menyemangatiku, Selagi Ibu masih bersamaku aku tidak akan mengemis belaskasihan pada Ayah lagi.
        Bukankah karena cinta Ayah menikahi wanita yang kusebut ibu? Menghiasi jarinya dengan cincin, mengikatnya dengan kalimat janjimu pada Tuhan, lalu bagaimana bisa Ayah menghianatinya? Bukan hanya menghianati cintamu kepada ibu, tetapi mengingkari janjimu pada Tuhan.Ayah seharusnya tahu, ini bukan hanya tentang nafsu dan egomu, ini pertanggung jawabanmu kelak pada Tuhan tentang anak dan istrimu, apa yang akan Ayah ucap kelak pada Tuhan? Ayah telah menyakiti ibu, dan melukai anakmu.

Nafsu dan egois Ayah lebih besar daripada rasa Takut Ayah pada Tuhan.

rahmyfirman

Merindukan yang membenciku         Takdir hubungan ku tak begitu indah. Saat aku merasa nyaman dan bahagia dengan hubungan yang aku jalani...